Contoh Barbagai macam Vandel, silahkan klik disini
Contoh Berbagai macam Gordon Wisuda klik disini
Contoh Bendera dan Umbul-umbul klik disini
Contoh Undangan klik disini
Contoh ID Card tebal seperti ATM klik disini
Google Map Murni print klik disini

Kontak kami : SMS - WA: 085 235 1925 36 BBM: 7698AE4A
Pembayaran Pesanan dan DP bisa via BRI, BNI, BCA, CIMB Niaga dan Mandiri
Masuk ke TokoPedia Murni Print klik disini
Masuk ke Facebook Murni Print klik disini
-------------------
Cara Menambah Penghasilan dari Blog Gratis-tis klik disini
Lihat TV lokal
Beli Pulsa Automatis CEPAT 24 Jam klik disini atau ingin usaha PPOB Jual pulsa elektrik Daftar Gratis di Bebas Bayar Gratis tapi Dahsyat
Solusi Transaksi online / Bayar dengan uang elektrik klik disini

Permisi Agan..... Ada Info penting

Ini Blog Pribadi yang Berisi Artikel-artikel penting (bagi saya), Baik Tulisan saya sendiri maupun dari berbagai Sumber, Semoga Manfaat Juga Untuk teman-teman yang membutuhkan

20 Juli 2012

Kerja=Ibadah dan Ibadah=Kerja

Kesatuan dunia dan akhirat adalah salah satu aspek dari Tauhid. Apa yang dilakukan di dunia itulah yang ditemukan di akhirat. Karena itu, tidaklah tepat menyatakan bahwa ada amal duniawi dan ada pula amal akhirat. Karena keduanya merupakan mata uang dengan dua wajah. Ibadah dan kerjapun sesungguhnya harus merupakan satu kesatuan. Karena itu pekerjaan apapun yang dilakukan penganut Tauhid, dapat menjadi ibadah yang dia peroleh ganjarannya, bukan saja di dunia, tetapi juga bahkan lebih-lebih di akhirat.

Kerja didefinisikan sebagai penggunaan daya. Manusia secara garis besar dianugerahi Allah empat daya pokok, yaitu Daya Fisik, yang menghasilkan kegiatan fisik dan ketrampilan. Daya Fikir yang mendorong pemiliknya berfikir dan menghasilkan ilmu pengetahuan. Daya Kalbu yang menjadikan manusia mampu berkhayal, mengekspresikan keindahan, serta beriman dan merasakan serta berhubungan dengan Allah Sang Pencipta, dan Daya Hidup yang menghasilkan semangat juang, kemampuan menghadapi tantangan, serta menanggulangi kesulitan. Penggunaan salah satu dari daya-daya tersebut – betapapun sederhananya – melahirkan kerja, atau amal. Anda tak dapat hidup tanpa menggunakan – paling sedikit salah satu dari daya itu. Untuk melangkah, Anda memerlukan daya fisik, paling tidak guna menghadapi daya tarik bumi. Karena itu, kerja adalah keniscayaan. Selanjutnya karena tujuan penciptaan manusia adalah menjadikan seluruh aktivitasnya bermula dan berakhir dengan beribadah kepada Allah (QS. 51 : 56), maka seluruh penggunaan dayanya harus merupakan ibadah kepada-Nya.

Ibadah bukan sekedar ketaatan dan ketundukan, tetapi ia adalah satu bentuk ketundukan akibat adanya rasa keagungan dalam jiwa seseorang terhadap siapa yang kepadanya ia mengabdi. Seorang pengabdi tidak mencapai hakikat pengabdian kecuali jika ia tidak menganggap apa yang berada dalam genggaman tangannya sebagai miliknya tetapi milik siapa yang kepadanya dia mengabdi. Segala usahanya pun hanya berkisar pada mengindahkan apa yang diperintahkan kepadanya serta tidak memastikan sesuatu untuk dia laksanakan kecuali mengaitkannya dengan izin dan restu siapa yang kepadanya dia mengabdi.

Ibadah adalah kerja  dan kerja adalah ibadah tetapi perlu diingat bahwa kerja atau amal yang dituntut-Nya bukan asal kerja, tetapi kerja yang shaleh atau amal shaleh. Shaleh adalh sesuatu yang bermanfaat lagi memenuhi syarat-syarat dan nilai-nilainya.

Menggunakan salah satu dari daya-daya tersebut di atas selama shaleh dan dengan motivasi yang tulus mengikuti tuntunan Allah, maka apa yang dikerjakan itu telah menjadi ibadah. Karena itu Anda dapat beribadah kapan dan di manapun. Nabi Muhammad Saw menegaskan salah satu keistimewaan ajaran Tauhid adalah “Allah menjadikan persada bumi ini sebagai mesjid dan penyucian”. Anda tidak perlu berkata seperti yang konon diucapkan oleh filsuf Jerman, Emmanuel Kant, “Saya terpaksa menghentikan penelitian ilmiah agar menyediakan tempat dalam hatiku untuk percaya atau beribadah”. Yang diajarkan dalam Al-quran untuk diucapkan sekaligus difahamai dan diamalkannya adalah: “Sesungguhnya shalatku, ibadah (murni) ku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam” (QS. 6:162).

Di sisi lain kitab suci Al-Qur’an tidak memberi peluang bagi seorang muslim untuk berleha-leha dalam hidup ini, karena itu: “Maka apabila engkau telah berada di dalam keluangan (setelah tadinya engkau sibuk), maka (bersungguh-sungguhlah bekerja) sampai engkau letih, atau tegakkanlah (persoalan baru) sehingga menjadi nyata.” Demikian pesan QS. 94:7. karena itu waktu yang harus dihargai dengan mengisi dan memanfaatkannya. Ali ibnu Abi Thalib r.a mengintkan bahwa “Rezeki yang tidak diperoleh hari ini, masih dapat diharapkan perolehannya lebih banyak, esok hari. Tetapi waktu yang berlalu hari ini, tidak mungkin kembali esok”. Demikian, Wallaahu A’lam. (zar)


3 Hal Yang Membuat Pekerjaan Menjadi Ibadah

 Mungkin kita sering mendengar kata-kata "Jadikanlah pekerjaan sebagai ibadah." Banyak orang berpikir bagaimana caranya agar pekerjaan kita bisa disebut sebagai ibadah atau setidaknya dalam bekerja kita bisa masuk ke dalam spiritualitas,mensyukuri anugerah yg Tuhan sudah berikan lewat pekerjaan kita.Apapun kepercayaan kita,pasti kita mengenal yg namanya ibadah,dan ibadah itu bukan hanya dengan pergi ke tempat ibadah dan berdoa tapi dalam kehidupan sehari-haripun kita juga bisa beribadah termasuk dalam bekerja.Berikut ini adalah 3 hal yg membuat pekerjaan kita menjadi ibadah:

1.Diawali Dengan Niat Yang Baik.
Bill Gates bisa sukses karena dia punya niat yg baik dalam bekerja.Ketika dia membangun Microsoft,visinya adalah "Agar setiap rumah di Amerika memiliki setidaknya 1 komputer." Karena itulah dia membuat software Microsoft untuk memudahkan kita dalam menggunakan komputer dan terbukti banyak orang menggunakan aplikasi buatan Microsoft(word,excel,internet explorer,dll).Dan banyak aplikasi Microsoft yg bermanfaat bagi kehidupan kita sehari-hari seperti dalam bekerja,membuat tugas,presentasi,dll.

Apakah saat kita bekerja kita mengawalinya dengan niat yg baik.Ada orang yg bekerja agar dia bisa mencukupi kebutuhan keluarganya dan membahagiakan mereka,ada juga yg bekerja agar dia bisa memiliki uang untuk bersenang-senang,ada pula yg bekerja daripada dia menganggur di rumah atau agar dia bisa berkontribusi dalam bermasyarakat.Terlepas dari apapun niat kita dalam bekerja ada baiknya kita instropeksi diri.Apa yg menjadi niat atau tujuan kita dalam mengawali pekerjaan kita?Apakah kita mengawalinya dengan niat yg baik?

2.Dikerjakan Dengan Cara Yang Baik.
Steve Jobs dan Apple memberi kita contoh dari apa yg mereka kerjakan,dan berkat kerja keras merekalah kita bisa menikmati barang elektronik yg canggih di zaman modern ini.Saat dunia baru mengenal walkman dan beralih ke discman sebagai pemutar musik portabel,Apple membuat iPod yg lebih ringkas dan mudah dibawa kemana-mana,selain itu bisa menyimpan banyak lagu didalamnya.Apple tahu bahwa orang ingin sesuatu yg simpel dan efisien.daripada membawa walkman/discman yg berukuran besar dan hanya bisa memutar beberapa lagu(tergantung kaset/CDnya) bukankah lebih baik membawa iPod yg lebih mungil dan bisa memuat banyak lagu.

Jika saat ini kita dituntut untuk bergerak cepat di dunia yg penuh mobilitas seperti ini,kita butuh setidaknya komputer jinjing seperti laptop atau notebook.Dan karena Apple tahu bahwa,sekali lagi,orang butuh sesuatu yg simpel dan efisien,mereka membuat iPad yg lebih mudah dibawa dengan ukuran yg lebih kecil dan fleksibel(selain untuk bisnis bisa juga untuk hiburan).Dan iPad menjadi perintis kemajuan komputer tablet di seluruh dunia.

Apple melakukan pekerjaan mereka dengan sangat baik.Mereka bekerja di bidang teknologi dan harus membuat sesuatu yg bermanfaat bagi masyarakat.Apakah kita sudah megerjakan pekerjaan kita dengan baik?Sebagai sales marketing apakah kita sudah melayani customer kita dengan baik?Sebagai akunting apakah kita sudah menyusun anggaran dengan baik?Sebagai manager apakah kita bisa memimpin karyawan dengan baik dari sikap dan cara kerja kita?Tentu saja kita juga harus mengerjakannya dengan ikhlas dan penuh ketulusan.Apapun pekerjaan anda,kerjakanlah dengan cara yg baik bahkan yg terbaik.

3.Digunakan Untuk Hal Yang Baik.
Barcelona saat ini disebut sebagai tim terbaik,sepakbola indah yg atraktif dan menghibur dan 12 piala yg mereka raih dalam 3 musim terakhir menjadi bukti kesuksesan mereka.Logo di kostum tim mereka adalah Unicef(saat ini selain Unicef ada Qatar Foundation).Tahukah anda bahwa biasanya sponsorship membayar kepada klub agar logo perusahaan mereka bisa terpampang di kostum klub dan mereka membayar untuk itu.Tapi tidak dengan Barcelona,malah sebaliknya,0,7% dari pendapatan mereka pertahun didonasikan untuk Unicef,sebuah badan amal PBB untuk kesehatan & kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia.Berbanding terbalik dengan klub-klub lain yg ingin meraih untung dan pendapatan tambahan dari kontrak sponsor.Apakah dengan menyumbang Barcelona menjadi tim yg miskin?Tidak,kenyataannya mereka meraih sukses dengan menjuarai berbagai kompetisi dan tentunya menambah pemasukan mereka.Bahkan para pemainnya seperti Lionel messi membuat yayasan sosial dari kocek pribadinya,dan ada banyak lagi donasi yg mereka berikan untuk orang lain yg membutuhkan.

Dalam bekerja kita pasti menerima hasil,dalam hal ini adalah salary.Apakah kita menggunakan gaji kita untuk hal yg baik?Oke,mungkin kita tidak menyumbang atau beramal tapi apakah kita menggunakannya untuk hal-hal yg baik.Menyekolahkan anak,mencukupi kebutuhan rumah tangga,biaya untuk berobat,ada banyak hal lain yg bisa kita berikan untuk hal-hal yg baik.Bahkan setidaknya kita bisa menggunakannya untuk sesuatu yg bersifat positif seperti investasi.Apakah kita sudah menggunakan hasil yg kita peroleh dari bekerja untuk hal yg baik?
--- Semoga kita bisa membuat pekerjaan kita menjadi ibadah.---

sumber : www.pkesinteraktif.com/edukasi/hikmah/342-kerja-adalah-ibadah.html 
sumber : http://unik247.blogspot.com/2011/12/3-hal-yang-membuat-pekerjaan-menjadi.html 
Posting Komentar

Pulsa Murah Online 24 Jam

www.opulsa.com

Video HAB ke-64

Powered by TripAdvisor